Dirjen Dikti Sediakan Dana Pengembangan Usaha Mahasiswa Rp. 25 Juta

ayoguru.com–Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) – Kemendikbud RI menyiapkan dana pengembangan usaha untuk mahasiswa sebesar Rp. 25 Juta.

Dari sumber Kompas, belum lama ini, pengalokasian dana sebesar Rp. 25 juta/usaha itu merupakan bagian dari realisasi Program Kewirusahaan Mahasiswa Indonesia (PKMI) yang baru saja diluncurkan Dirjen Dikti – Kemendikbud RI. Kemudian, untuk bisa mengakses dana ini, mahasiswa mesti mendaftarkan usulan usahanya dan diseleksi lebih lanjut.

Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Dirjen Dikti – Kemendikbud RI, Aris Junaidi (Sumber : Times Indonesia)


“Dana ini diberikan untuk mahasiswa yang lolos seleksi pada program Kegiatan Berwirausaha Mahasiswa Indonesia (KBMI). Jumlahnya Rp. 25 juta/usaha. Dan nantinya dana dicairkan melalui rekening kampus dengan cara dua tahap, yaitu 90% dicairkan setelah pengumuman seleksi dan 10% dicairkan setelah penilaian kemajuan pelaksanaan,” ujar Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Dirjen Dikti – Kemendikbud RI, Aris Junaidi seperti dikutip Kompas.

Lebih lanjut, dia menjelaskan cakupan bisnis apa saja yang masuk dalam lingkup program KBMI.

“Untuk (program) KBMI, fokus utamanya adalah mahasiswa diajak membuka peluang kewirausahaan bukan digital atau startup dengan lima kategori usaha yang bisa dipilih, yakni:

1. Makanan dan Minuman
2. Jasa dan perdagangan
3. Industri Kreatif
4. Produksi/Budidaya
5. Teknologi terapan,” runutnya.

MENINGKATKAN KESADARAN BERWIRAUSAHA MAHASISWA

PKMI, singgung Aris, ditujukan untuk membangun kesadaran mahasiswa dalam berwirausaha. Menurutnya, salahsatu tantangan terberat bagi mahasiswa saat ini adalah bahwa mereka terancam menjadi pengangguran–akibat terbatasnya lapangan pekerjaan.

“Per tahun 2019, jumlah pengusaha di Indonesia baru mencapai 3,5% dari total penduduk. Jumlah yang relatif minim, sehingga berdampak pada lapangan kerja. Akibatnya, banyak pengangguran dan didalamnya adalah mahasiswa,” ungkapnya.

Untuk mengatasi masalah tersebut, lanjut dia, maka diperlukan upaya nyata. Pada konteks itu, PKMI adalah ikhtiar yang digerakkan Dirjen Dikti saat ini.

“lulusan perguruan tinggi harus disiapkan untuk menciptakan lapangan kerja bukan meluluskan para pencari kerja. Apalagi, mahasiswa saat ini merupakan para generasi Z yang dikenal memiliki kemampuan serta keahlian lebih melalui berbagi ide kreatif dan inovatif,” ujarnya.

Diketahui, dalam prakteknya PKMI dilaksanakan dengan 3 mata program, yaitu Kegiatan Berwirausaha Mahasiswa Indonesia (KBMI), Akselerasi Bisnis Start-up Mahasiswa Indonesia (ASMI), dan Pendamping Wirausaha Mahasiswa Indonesia (PWMI).

Untuk informasi pendaftaran program, mahasiswa dapat mengakses tautan berikut : https://sim-pkmi.kemdikbud.go.id/portal/ (Kmps/Wid)