Hana Marita : Bukan Guru PAUD Biasa

ilustrasi aktivitas menulis (sumber : google)

ayoguru.com—Nama panjangnya : Hana Marita Sofianti. Dalam kesehariannya, ia adalah guru PAUD honorer di KB Melati, Kec. Cibatu – Kab. Purwakarta. Bukan lakon sebentar. Hana mulai mengajar sejak tahun 2005. Artinya, hingga kini, lebih kurang 15 tahun sudah ia mengabdikan dirinya sebagai guru.

Tapi, Hana bukan guru PAUD biasa. Sebab, berbarengan dengan hiruk-pikuk ke-guru-annya, ia juga adalah seorang penulis handal yang produktif. Terbukti dari konsistensinya menulis di portal jurnalisme warga ‘legendaris’ ; Kompasiana.

Hana Marita Sofianti (kiri) berfoto dengan Kadisdik Purwakarta, H. Purwanto (sumber : istimewa)

Hana rutin meng-update tulisan-tulisannya di platform ini.  Ia mengulas banyak hal. Tetapi, kebanyakan tulisannya menyinggung soal dunia yang tengah digelutinya ; mengajar.

Atas konsistensi dan ‘kebawelan’-nya menulis seputar ruang lingkup mengajar, Hana diganjar penghargaan. Hasil akhir yang boleh dikata “wajar”.  Proses tidak mengkhianati hasil, sebut para bijak. Dan itulah yang Hana peroleh dari proses kreatifnya dalam menulis.

KOMPASIANER TOP

Kepada ayoguru, Kamis (11/02), Hana menuturkan bahwa beberapa waktu lalu ia sempat beroleh penghargaan penulis terbaik di kanal Kompasiana. “Saya terbaik ke-tiga dari tiga puluh orang yang masuk nominasi. Sebelumnya, berdasarkan hasil seleksi, totalnya ada 300 peserta terbaik se-Indonesia,” katanya.

Prestasi Hana sebagai kompasianer jawara (sumber : istimewa)

Hana patut bangga atas prestasi itu. Maklum saja, meskipun menulis bisa dilakukan oleh siapa saja, tapi belum tentu “siapa saja” itu mau untuk terus konsisten menulis. Pengecualian untuk ibu guru PAUD satu ini.  Ia lebih dari cukup menyodorkan bukti.

Ditanya soal motivasi menulis, Hana menjawab bahwa hal tersebut sudah seperti bagian yang tidak terpisahkan saja dari hidupnya.  Ia mengaku mulai menulis sejak SMP, dan karena kebiasaannya itu ia mendapatkan banyak manfaat.

“Menulis bermanfaat untuk kesehatan. Bisa mengurangi kepikunan dini. Dan saya juga bisa dapat reward dari nulis. Selain itu, aktivitas menulis cukup membantu saya dalam profesi sebagai guru. Dengan menulis, saya dituntut membaca, sehingga bisa menambah wawasan,” katanya.

Lalu, berkat tulisan juga dirinya bisa mendapatkan lebih banyak teman. Dan pula, secara emosional, ada kepuasan sendiri yang ia rasakan ketika tulisannya banyak dibaca orang.

“Ada kepuasan sendiri manakala tulisan saya dibaca orang. Apalagi kalau termasuk didalamnya adalah orang-orang penting. Saya rasa puas saja,” ujarnya.

Hana bertekad untuk terus konsisten menulis selagi bisa. Ia pun berencana untuk menambah ragam platform publikasi tulisannya. “Kan, biasanya lebih sering di Kompasiana. Saya kepingin nanti tulisan saya ada di website Dinas Pendidikan Purwakarta dan di ayoguru juga,” begitu ungkapnya.  (Wid)