Hore! Siswa Purwakarta Mulai Simulasi Belajar Tatap Muka

Praktek simulasi belajar tatap muka di Kabupaten Purwakarta, taat protokol kesehatan (sumber : istimewa)

ayoguru.com-Jelang tahun ajaran baru 2021, sejumlah sekolah di Purwakarta mulai simulasi belajar tatap muka. Tetap taat prosedur kesehatan, syarat ketat ditetapkan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Purwakarta untuk penyelenggaraan belajar tatap muka.

Keterangan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Purwakarta, H. Purwanto, Senin (31/05). Dia menyampaikan, Disdik Purwakarta mengupayakan simulasi belajar tatap muka untuk sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Purwakarta.

Kepala Dinas Pendidikan Purwakarta, H. Purwanto saat menyampaikan arahan pada apel pagi rutin, Senin (31/05)

“mulai hari ini (31/05) hingga 25 Juni nanti, SD & SMP di Kecamatan Sukasari dan Maniis mulai simulasi tatap muka. Sementara, untuk kecamatan lain, simulasi dilakukan pada tanggal 3 juni s/d 15 juni. Kecuali, Kecamatan Purwakarta yang belum direkomendasikan oleh Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Purwakarta,”

Masih kata Kadisdik Purwanto, penyelenggaraan pembelajaran tatap muka di-ikuti dengan penerapan protokol kesehatan ketat. Pihaknya mensyarakatkan prosedur tegas.

“Diantaranya adalah jumlah siswa maksimal 50% dari total peserta didik. Kemudian, waktu belajar maksimal tiga jam saja,” ungkapnya.

PERAN ORANG TUA SANGAT PENTING

Kadisdik Purwanto tak luput meminta orang tua siswa untuk juga berperan aktif dalam upaya ujicoba belajar tatap muka. Menurutnya, andil orang tua sangat besar, lebih khusus memastikan ketaatan siswa dalam menjaga protokol kesehatan.

“Peran orang tua sangat besar. Mohon dipastikan ketaatan protokol kesehatan putra-putri masing-masing, baik itu sebelum maupun sesudah sekolah,” ujarnya.

Diketahui, Kementerian Pendidikan & Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) meminta Pemerintah Daerah untuk bisa menyelenggarakan pembelajaran tatap muka pada tahun ajaran baru 2021, Juli mendatang. Untuk misi tersebut, sejumlah syarat ditempuh, seperti vaksinasi guru & tenaga kependidikan yang ditargetkan rampung total di bulan juni. (Wid)