Inspiring Learning : Tingkatkan Kapasitas Diri Dengan Buku Ini

Buku "Inspiring Learning" Karya Taufik Tea

ayoguru.com—Percayalah, perubahan diri adalah sesuatu yang selalu memungkinkan. Masalahnya, maukah kita untuk bergerak ke arah yang lebih baik? Lebih jauh lagi, seberapa besar kemauan itu?

Buku “Inspiring Learning” (2010) karya Taufik Tea ini dapat dijadikan referensi untuk siapa saja yang tengah berikhtiar melakukan perubahan diri. Ditulis dengan gaya bahasa sehari-hari dan cenderung terapan (aplikatif), para pembaca diajak memahami konsep pengembangan diri dengan panduan sederhana.

Sebagai contoh kasus, diantaranya, adalah konsep sukses. Taufik menulis, selama ini konsep sukses seringkali disalah-artikan. “Sukses” selalu diukur dengan parameter materiil, seperti kekayaan, jabatan dan sejenisnya.

Padahal, kata Taufik, konsep sukses bisa disederhanakan sehingga bisa lebih mudah terpenuhi dan menjadi ‘bahan bakar’ kepercayaan-diri. Terkait hal ini, ia mengulas bahwa sukses sesungguhnya adalah kemampuan untuk melampaui rekor pribadi. Se-sederhana itu.

Jadi, sebagai contoh, kalau kemarin-kemarin anda selalu bangun siang, tetapi hari ini dan seterusnya anda sanggup bangun pagi, maka artinya anda sukses. Sama halnya, jika anda sebelumnya tidak mampu menabung, tetapi sekarang dan seterusnya bisa menabung, hal demikian juga menunjukkan bahwa anda sukses.

Dengan konsep “sukses” seperti ini, tukas Taufik, maka semua orang akan tergerak untuk berubah lebih baik. Sebab, “sukses”  menjadi sesuatu yang begitu dekat dan bisa terpenuhi. Bukan sesuatu yang jauh dan butuh banyak syarat agar bisa terjadi.

MEMAHAMI KARAKTER DIRI

Jangan-jangan kita kesulitan melakukan pengembangan diri karena tidak tahu karakter diri sendiri? Siapa tahu? 

Kata Taufik dalam bukunya ini, setiap orang memiliki keunikan karakternya sendiri-sendiri. Lalu, setiap karakter punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. 

Nah, agar proses pengembangan diri menjadi lebih efektif, maka setiap orang idealnya harus bisa memahami karakter dirinya sendiri terlebih dahulu. Pertanyaannya kira-kira : “pribadi yang seperti apakah saya?” 

Taufik mencontohkan, jika seseorang cenderung kuat pada segi visual, maka proses pengembangan dirinya pun harus menggunakan pendekatan visual. Misal, belajar dengan cara visual. Lalu, berekspresi dan/atau berkreatifitas dengan cara visual juga. Dengan begitu, besar kemungkinan ia akan menemukan kesuksesan.

Hal sebaliknya akan terjadi bila seseorang dipaksakan dengan pendekatan-pendekatan di luar karakternya. Ia niscaya menemui kesulitan-kesulitan—yang akhirnya membuatnya semakin jauh dari kesuksesan.

Masih banyak aspek pengembangan diri lain yang dibahas di buku ini. Menarik. Hemat kami, buku ini perlu anda baca. Lebih dari itu, yang paling penting : diterapkan sebagai bagian perilaku keseharian.