Juli Nanti Sekolah Kembali Terbuka : Ini Syaratnya!

simulasi pembelajaran tatap muka terbatas (sumber : google)

ayoguru.com—Di bulan juli nanti, sekolah-sekolah akan kembali di buka untuk kegiatan belajar tatap muka. Namun, ada ketentuan tegas yang harus dipatuhi semua pihak. Apa saja?

Dilansir dari laman Kompas, belum lama ini, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Efendy menyatakan bahwa kegiatan belajar tatap muka terbatas akan mulai diterapkan di sekolah pada tahun ajaran baru yang dimulai pada bulan juli nanti.

Kebijakan ini, sambungnya, berdasar pada Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri Tentang Panduan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19. Ditambah, pemenuhan pra-syarat yang memperkuat keamanan pembelajaran tatap muka, yaitu vaksinasi untuk guru dan tenaga kependidikan.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Efendy (sumber : rri)

“Vaksinasi untuk guru dan tenaga kependidikan ditargetkan selesai di bulan Juni 2021,” katanya.

Terpisah, Menteri Pendidikan & Kebudayaan RI, Nadiem Makarim mengatakan bahwa pembelajaran tatap muka adalah konsekuensi logis pasca-vaksinasi guru dan tenaga kependidikan.

“Mau tidak mau, selesai vaksinasi ada opsi tatap muka terbatas. Selain itu harus melalui sistem rotasi, tatap muka dan PJJ,” katanya sebagaimana dikutip Kompas.

SYARAT PELAKSANAAN BELAJAR TATAP MUKA

Dalam prakteknya, ada aturan yang harus dipenuhi untuk bisa menyelenggarakan pembelajaran tatap muka terbatas. Aturan tersebut, diantaranya :

ilustrasi belajar tatap muka di masa pandemi COVID-19 (sumber : jurnalpost)

1. Kondisi kelas

a. SMA, SMK, MA, MAK, SMP, MTs, SD, MI dan program kesetaraan, jaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 18 peserta didik per kelas

b. SDLB, MILB, SMPLB, MTsLB dan SMLB, MALB jaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal lima peserta didik per kelas

c. PAUD jaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal lima peserta didik per kelas

Satuan pendidikan juga dapat memanfaatkan ruang-ruang terbuka sebagai tempat pembelajaran tatap muka terbatas. 

2. Pembagian jam pembelajaran

Untuk jumlah hari dan jam sekolah tatap muka terbatas dengan pembagian rombongan belajar ditentukan oleh satuan pendidikan.

Ketentuan ini semuanya dengan tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan warga sekolah.

3. Perilaku wajib di sekolah

a. Menggunakan masker kain 3 lapis atau masker sekali pakai/masker bedah yang menutupi hidung dan mulut sampai dagu.

b. Jika memakai masker kain, maka digunakan setiap 4 jam atau sebelum 4 jam saat sudah lembab/basah.

c. Cuci tangan pakai sabun dan air mengalir, atau menggunakan cairan pembersih tangan (hand sanitizer).

d. Menjaga jarak minimal 1,5 meter dan tidak melakukan kontak fisik seperti salaman atau cium tangan

e. Menerapkan etika batuk atau bersin.

4. Kondisi medis warga sekolah

a. Sehat dan jika mengidap penyakit penyerta (komorbid) harus dalam kondisi terkontrol

b. Tidak memiliki gejala Covid-19, termasuk orang yang serumah dengan warga satuan pendidikan. (Kmps/Wid)