Kadisdik Purwakarta : “Tanpa UN, Kepsek Dituntut Jeli Soal Kelulusan Siswa”

ayoguru.com—Surat Edaran (SE) Mendikbud RI No. 1 Tahun 2021 yang diantaranya memaklumatkan peniadaan Ujian Nasional (UN) ditanggapi Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Purwakarta, H. Purwanto. Ia menegaskan, ketiadaan UN menuntut konsekuensi lain, yaitu kejelian Kepala Sekolah soal penilaian kelulusan siswa.

Keterangan tersebut ia sampaikan kepada  ayoguru, Selasa (09/02), melalui sambungan telepon pribadinya. Tanpa UN, tegasnya, ada ganti penilaian kelulusan siswa, yaitu tiga syarat yang terfokus pada kebijakan di sekolah masing-masing. Karena itu, setiap Kepsek harus jeli terhadap kriteria penilaian tersebut.

“Para Kepsek harus memastikan penilaian yang diberikan kepada siswa sepadan dengan kapasitas dan kompetensinya,” katanya.

Masih kata Kadisdik Purwanto, untuk bisa menjamin objektifitas, maka kepala sekolah dan guru-guru harus memahami betul teknik-teknik penilaian yang dapat diaplikasikan di masa pandemi. 

“Mereka juga harus punya komitmen bersama, yaitu melaksanakan kewajiban masing-masing  dalam merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran. Di masa pandemi ini rancangan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaranya kan beda dengan masa normal,” ujarnya.

KEPSEK DAN PENGAWAS WAJIB SUPERVISI GURU

Hal lain yang juga tidak kalah penting, sambungnya lagi, adalah soal supervisi (pengawasan : red). Dalam hal ini, guru yang memberikan penilaian kepada siswa harus disupervisi semaksimal mungkin. Agar lebih cermat, maka peran supervisi tidak hanya diambil oleh para Kepsek, tapi juga para pengawas.

“Para pengawas dan Kepsek harus memastikan betul bahwa guru-guru bisa memberikan penilaian sebagaimana di maksud oleh kementerian, baik melalui portofolio maupun tes daring/luring,” begitu tegasnya. 

Diketahui, SE Mendikbud RI No. 1 Tahun 2021 diterbitkan belum lama ini. Surat tersebut ditanda-tangani oleh Mendikbud RI, Nadiem Makarim, tertanggal 1 Februari 2021 dalam rangka merespon situasi krisis Covid-19. (Wid)