Kemendikbud Pastikan Surat Edaran Pemanggilan CPNS 2019 Hoax!

Suasana pelaksanaan tes CPNS (sumber : menpan)

ayoguru.com—Kementerian Pendidikan & Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) pastikan surat edaran berisi informasi pemanggilan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 adalah hoax alias informasi bohong.

Hal tersebut dipublikasikan melalui siaran pers resmi Kemendikbud RI, kemarin (22/03).  Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat, Hendarman, menegaskan bahwa beredarnya surat Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi nomor 360/EI/KP/II/2019, perihal Pemanggilan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019, adalah hoaks.

“Informasi dalam surat tersebut kami pastikan tidak benar. Mohon masyarakat yang menerima surat tersebut dapat diabaikan saja,” ungkap Hendarman. 

Hendarman mengatakan akan menindaklanjuti pihak yang telah menyebarkan berita atau surat hoaks tersebut. Ia kembali mengimbau agar masyarakat mengabaikan surat yang beredar.

“Bapak dan Ibu yang telah menerima surat tersebut, agar diabaikan saja,” pesannya.

Sebelumnya, seperti dilansir Tribun, beredar luas  surat  bernomor 360/EI/KP/2019 perihal Pemanggilan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019.

Dalam surat tersebut, disebutkan Pengumuman Sekretaris Jenderal nomor SEK.KP.02.01.1072 tanggal 8 April 2020 tentang Pengumuman Hasil Akhir Seleksi CPNS.

Disampaikan juga daftar nama 37 orang yang telah melakukan pemberkasan dan telah melakukan persetujuan teknisi Nomor Induk Pegawai sebagai CPNS. Lalu, dicantumkan daftar peserta yang mengundurkan diri dan sedang dalam proses pertimbangan pengganti.

Melalui surat tersebut, para peserta yang terlampir namanya diminta untuk wajib lapor dengan ketentuan wajib menggunakan pakaian rapi berwarna hitam putih dan diminta untuk mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

Selain itu, para peserta juga diminta untuk wajib lapor dengan datang ke Gedung Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, yang beralamat di Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta pada Senin (22/3/2021), pukul 10.00 WIB.

Sedangkan pada Senin (29/03) mendatang, peserta diimbau untuk wajib lapor di Kantor Wilayah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sesuai dengan penempatan masing-masing. (Kemendikbud/Trb/Wid)