Mendikbud Nadiem Minta Guru Jadi Prioritas Vaksinasi

Ilustrasi vaksinasi COVID-19 (sumber : pikiranrakyat)

ayoguru.com—menteri Pendidikan & Kebudayaan Republik Indonesia (Mendikbud-RI), Nadiem Makarim meminta Pemerintah Daerah (Pemda) di seluruh Indonesia prioritaskan vaksinasi COVID-19 untuk para guru.

Dilansir dari laman cnn.com, pernyataan tersebut disampaikan Nadiem beberapa waktu lalu. Dia menegaskan, upaya tersebut dalam rangka mewujudkan rencana pembelajaran tatap muka secara terbatas di sekolah yang ditargetkan berlaku di bulan Juli 2021.

Mendikbud RI, Nadiem Makarim (sumber : google)

“Kami dorong semua pemerintah daerah yang sedang lakukan vaksinasi untuk memprioritaskan guru dan tenaga kependidikan sebagai sektor esensial yang sangat penting,” katanya.

Lebih lanjut, agar sekolah bisa dibuka di bulan Juli mendatang, pihaknya telah memetakan target waktu maksimal untuk para guru dan tenaga kependidikan.

“Guru PAUD, SD, SLB dan sederajat, vaksinasi dosis satu paling lambat dilakukan pekan kedua Mei. Guru SMP/SMA/SMK dan sederajat paling lambat pada akhir pekan keempat Mei. Dan pendidikan tinggi pada pekan kedua Juni,” ungkapnya sebagaimana dikutip cnn.com.

DI PURWAKARTA VAKSINASI SEMENTARA MENCAPAI 1800 ORANG

Melalui sambungan telepon, Selasa (06/04), ayoguru sempat mewawancara Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Purwakarta, H. Purwanto. Dikonfirmasi terkait pernyataan Mendikbud Nadiem, ia mengaku sangat mendukung kebijakan tersebut. Ia pun menegaskan bahwa pihaknya terus berusaha keras agar pembelajaran untuk para siswa bisa segera normal kembali seperti sedia kala.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, H. Purwanto saat mengikuti vaksinasi (sumber : istimewa)

“Ya. Kami pun ingin agar para siswa bisa kembali belajar dengan cara tatap muka seperti sedia kala. Kami terus berupaya agar hal tersebut bisa lebih cepat ter-realisasi,” katanya.

Terkait dengan proses vaksinasi untuk para guru dan tenaga kependidikan, ia menuturkan bahwa hingga saat ini sudah ada 1.800 guru dan tenaga kependidikan yang telah mengikuti vaksinasi. Sedangkan total guru dan tenaga kependidikan di Kabupaten Purwakarta ada 8.200 orang.

“Tentu prosesnya bertahap. Namun, kami berkomitmen untuk se-segera mungkin menyelesaikan pemenuhan vaksinasi untuk para guru dan tenaga kependidikan,” begitu tegasnya. (Wid)