Mengenal Lebih dekat Ki Hadjar Dewantoro dan Tujuan Pendidikannya

Ki Hajar Dewantara semasa hidup (sumber : intisari)

Oleh : Enjang Sarip H

(Penulis adalah Guru SMPN  1 Sukatani)

Menginjak akhir april menuju awal Mei ini penulis teringat pada sosok guru bangsa, salah satu tokoh paling terkenal dalam dunia pendidikan di Indonesia bahkan dunia, ide, gagasan dan pemikirannya menjadi acuan bagi keberlangsungan pendidikan nasional bahkan internasional. Beliau adalah Ki hadjar dewantoro. Tulisan merupakan sebagian kecil sejarah singkat dan Tujuan pendidikan yang diharapkan beliau. Tulisan ini diambil dari berbagai sumber terpercaya semoga menjadi pengingat khususnya bagi penulis umumnya bagi warga Ayo guru.

Ki Hadjar Dewantara, lahir di Yogyakarta 2 Mei 1889. Beliau merupakan keturunan raja paku alam 3 dari garis keturunan ayah, sedangkan dari garis keturunan ibu, beliau keturunan dari ki ageng serang sampai sunan kalijogo. Tanggal kelahirannya dijadikan hari pendidikan nasional. Beliau merupakan bapak pendidikan Indonesia.

ilustrasi foto Ki Hajar Dewantara (sumber : google)

Hidup beliau sepenuhnya untuk pendidikan indonesia. Beliau pernah menjadi pejuang juga wartawan. Beliau pernah dihukum, diasingkan ke Bangka. Kenapa beliau diasingkan? Karena ternyata belanda merasa tersindir dengan tulisan yang ditulis beliau, judul tulisan tersebut adalah “seandainya aku orang Belanda”.

Nama asli beliau adalah Soewardi Soerjaningrat. Ki Hadjar Dewantara merupakan gelar yang diberikan setelah beliau mendirikan taman siswa. Beliau mendapatkan gelar tersebut pada usia 40 tahun. Ki Hadjar merupakan gelar tertinggi untuk pengajar, kalau sekarang Guru besar. Taman siswa sendiri didirikan pada tahun 1922.

Di taman siswa Beliau menyelenggarakan kelompok paguyuban selasa kliwon. Pada paguyuban tersebut beliau sering berkumpul dengan tokoh pendidikan lainnya salah satu tokohnya Ki Ageng Suryo mentaram. Ki ageng merupakan tokoh pendidikan yang lebih terfokus pada andragogi (pendidikan untuk orang dewasa).

Definisi pendidikan menurut ki Hadjar adalah tuntunan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak. Tuntunan dapat diartikan sebagai pedoman.

Maksud pendidikan menurut ki Hadjar yaitu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi tingginya. Murid mesti jeli mengenali dan membaca potensi/bakat dirinya sendiri. Kalau kita sebagai seorang guru meski jeli mengenali dan membaca potensi muridnya. Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri-sendiri. Guru atau pendidik hanya dapat menuntun dan merawat kodrat tersebut. Meskipun murid mengenyam pendidikan di tempat yang sama dan dididik oleh guru yang sama tentunya setiap murid punya jalannya sendiri-sendiri.

Tujuan pendidikan (Ki Hajar Dewantara) terkenal dengan “Tri Rahayu”, yaitu Pertama, Hamemayu Hayuning Sarira artinya menjaga/mempercantik dan memelihara diri. Pendidikan dapat membuat dirimu terjamin. Dirimu indah maka lestarikan dan jaga keindahannya. Ke-dua, Hamemayu Hayuning Bongso artinya menjaga/mempercantik dan memelihara bangsa. Pendidikan dapat membuat bangsamu terjamin. Bangsamu indah maka lestarikan dan jaga keindahannya. Ke-tiga, Hamemayu Hayuning Bawono artinya menjaga/mempercantik dan memelihara alam semesta. Pendidikan dapat membuat alam semesta terjamin. Alam semesta ini indah maka lestarikan keindahannya.

Ringkasnya indikator keberhasilan pendidikan jika diri, bangsa dan alam semesta beres. Dirinya berkualitas, bangsanya beradab dan alam semestanya lestari, subur dan Makmur. Penulis berkeyakinan dan mempunyai harapan positif bahwa Peta Jalan Pendidikan di Indonesia, Undang – undang pendidikan, peraturan menteri, bahkan perda mengakomodir harapan ki hadjar. Kita sebagai guru yang menjadi ujung tombak keberhasilan Pendidikan Nasional meski siap mengimplementasikannya.