Nadiem : “Bersaing di Tingkat Global Butuh Modal Karakter”

Menteri Pendidikan dan Kebudaayaan Republik Indonesia, Nadiem Makarim

Ayoguru.com—Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Mendikbud-RI), Nadiem Makarim menegaskan bahwa agar bisa bersaing secara global di masa depan, para siswa harus dibekali modal karakter yang kuat.  

Pernyataan tokoh yang akrab dipanggil “mas menteri” itu disampaikan kepada pers beberapa waktu lalu. Dilansir dari laman bisnis.com, Nadiem menyebut bahwa persaingan global merupakan suatu hal yang tidak terhindarkan. Agar bisa bersaing, lanjutnya, dibutuhkan faktor Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkarakter.

Nadiem Makarim saat diperkenalkan sebagai menteri pengisi kabinet (sumber : solopos)

“Untuk bisa mencapai goal (tujuan : red) tersebut, salahsatu caranya adalah melalui pendidikan yang dapat membentuk karakter SDM kita,” katanya.

PROFIL PELAJAR PANCASILA , SAMBUT PERSAINGAN GLOBAL

Kemendikbud RI saat ini, imbuhnya lagi, tengah berjuang untuk mengupayakan pembentukan karakter siswa—yang disebut dengan “profil pelajar pancasila”. Secara konseptual, profil pelajar pancasila memiliki enam indikator karakter dasar, yaitu bernalar kritis, kreatif, mandiri, beriman, bertakwa  kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bergotong-royong dan berkebhinekaan global.

keceriaan siswa Indonesia, SDM yang harus dibentuk karakternya agar bisa bersaing (sumber : google)

“Agar mampu berkompetisi secara global, kita harus mempunyai kemampuan berkebhinekaan global. Kita harus mempunyai kemampuan merasakan dan mencintai perbedaan diantara diri kita, mencintai perbedaaan agama, suku dan opini. Jadi, perbedaan itu bukan hanya ditoleransi, tapi dicintai,” katanya seperti dikutip bisnis.com.

Tidak hanya kebhinekaan global, karakter lain yang terdapat pada profil pelajar pancasila juga merupakan modal berharga untuk bisa bertahan dalam menghadapi perubahan zaman di masa depan.

“Kemampuan Bergotong-royong, berkolaborasi, bekerja sebagai tim, berempati dengan sesama akan menjadi luar biasa penting di masa depan. Sehingga, para pelajar Indonesia harus memiliki nilai tersebut di dalam karakter dirinya,” begitu ungkapnya. (BC/Wid)