Pelajar Asal Papua, Daerah Tertinggal dan Anak TKI Dapat Beasiswa Pendidikan Kemendikbud

Para pelajar dari Papua dan Papua Barat berkesempatan mendapatkan beasiswa perguruan tinggi dari Kemendikbud (Sumber : Google)

ayoguru.com-Para pelajar asal Papua, daerah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar : red) dan anak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) berpeluang mendapatkan beasiswa pendidikan tinggi dari Kemendikbud-RI. Untuk memperoleh kesempatan ini, para pelajar perlu melalui proses seleksi.

Dilansir dari laman Kompas, Kementerian belum lama ini mempublikasikan program beasiswa bertajuk ADik (Afirmasi Pendidikan Tinggi) yang ditujukan untuk para pelajar asal papua dan papua barat, daerah 3T dan anak TKI. Dengan fasilitas beasiswa ini, para pelajar akan mendapatkan biaya pendidikan termasuk fasilitas pendukung seperti bantuan biaya hidup dan biaya transportasi.

“Dalam skema ADik ini, para pelajar terpilih akan memperoleh bantuan biaya pendidikan yang dananya langsung dikirim ke perguruan tinggi. Mereka juga akan memperoleh bantuan biaya hidup setiap bulannya selama menempuh pendidikan. Khusus untuk yang berasal dari papua dan papua barat, juga diberikan bantuan berupa biaya transportasi keberangkatan dari daerah asal ke perguruan tinggi,” ungkap sumber Kemendikbud seperti dikutip Kompas.

KETENTUAN BEASISWA

Kemendikbud merunut ketentuan-ketentuan terkait program beasiswa ADik. Diantaranya, beasiswa ini akan diperoleh pelajar yang lulus seleksi perguruan tinggi, baik melalui SNMPTN, SBMPTN, SBMPN, dan jalur mandiri. Selain itu, pelajar juga bisa memperoleh beasiswa ADik bila lolos seleksi ADik yang berbasis akademik dan non-akademik.

Selanjutnya, Kemendikbud pun mengatur urusan pilihan perguruan tinggi. Bagi para pelajar papua dan papua barat yang lolos seleksi, perguruan tinggi yang diperkenankan adalah yang berada di luar papua dan papua barat.

“Sedangkan pelajar dari daerah 3T dan anak TKI bisa mendaftar di perguruan tinggi di propinsinya. Namun, diberikan juga kesempatan jika ingin mendaftar perguruan tinggi di luar propinsinya,” ungkap sumber Kemendikbud.

Tidak luput, Kemendikbud mengatur ihwal rentang waktu program beasiswa. Untuk kategori SI dan D-III misalnya, diberikan kesempatan menempuh perkuliahan selama delapan semester dan D-III maksimal enam semester.

“Namun, untuk profesi, seperti dokter umum, dokter gigi dan dokter hewan, penerima beasiswa diberi tambahan waktu empat semester. Sedangkan untuk program profesi keperawatan, apoteker dan guru, penerima beasiswa diberi tambahan waktu dua semester,” demikian keterangan sumber Kemendikbud. (Komp/Wid)