PGRI Purwakarta Tanggapi Kebijakan Rekrutmen P3K 2021

PGRI Kabupaten Purwakarta

ayoguru.com—Ketua PGRI Purwakarta, H. Purwanto angkat bicara terkait kebijakan rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) tahun 2021. Ia menegaskan, mestinya kebijakan ini bisa mengafirmasi guru honorer yang telah mengabdi berpuluh-puluh tahun.

Ditemui di ruang kerjanya, Kamis (04/02), ia mengatakan bahwa jika perspektifnya adalah kompetensi, maka ada benarnya jika model seleksi P3K bersifat terbuka. Namun begitu, ada sisi lain yang harusnya juga dipertimbangkan Pemerintah, yaitu keadilan. Pada konteks ini, sambungnya, Pemerintah harus membuka mata terhadap pengabdian para guru honorer.

Ketua PGRI Purwakarta sekaligus Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Purwakarta, H. Purwanto saat meninjau SDN Sukamukti 3, Kec. Maniis – Kab. Purwakarta (sumber : istimewa)

“Mereka (guru honerer : Red) ada yang sudah mengabdi sampai dua puluh tahun lebih. Mereka membantu kerja guru-guru PNS. Kurang apalagi? Pemerintah perlu berpihak kepada mereka. Minimal, diapresiasi dengan meningkatkan kesejahteraan mereka dengan jalan mengangkat mereka menjadi P3K,” katanya.

Karena itu, imbuhnya, kebijakan rekrutmen P3K mestinya bisa mengafirmasi guru honorer yang sudah lama mengabdi. Teknisnya, kalaupun harus ada seleksi, adalah dengan cara kompetisi dengan sesamanya. Tidak bersifat terbuka. Atau, kalau prosedurnya memungkinkan, tidak perlu tes sekalian.

“Pengabdian mereka yang lama itu menjadi dasar kebijakan. Nurani yang bicara. Kalau harus ada tes, ya biarkan tes itu antara sesama mereka. Jangan terbuka, karena peluang mereka berhasil jadi kecil.  Atau, kalau prosedurnya memungkinkan, dengan dasar payung hukum tertentu misalnya, ya sudah angkat saja guru honorer tersebut langsung menjadi P3K. Paling tidak, hal ini sebagai bentuk timbal-balik penghargaan atas kerja mereka selama ini. Dan saya kira itu layak diberikan kepada mereka,” ujarnya.

MINTA REKRUTMEN CPNS GURU TETAP ADA DI TAHUN 2021

H. Purwanto sekaligus berkomentar soal test CPNS 2021. Mestinya, kata dia, rekrutmen CPNS untuk guru juga ada. Sebab, menurutnya, hal tersebut juga menjadi penting sebagai langkah afirmasi terhadap guru honorer, lebih khusus yang terkategori usia 50 tahun lebih (50+).

Ia menjelaskan, di Kabupaten Purwakarta, hingga saat ini masih banyak guru honorer yang berusia 50+ dan masih aktif mengajar di sejumlah sekolah. Masa pengabdian mereka sudah hampir selesai dan tidak ada perubahan status.

“Hal ini menjadi ironi tersendiri yang perlu disikapi. Kita perlu mengapresiasi mereka. Masa baktinya terbilang sebentar lagi, antara 5 – 10 tahun lagi. Pemerintah lagi-lagi idealnya perlu mengafirmasi mereka,” katanya.

Langkah afirmasi tersebut, masih kata dia, adalah dengan cara mengangkat statusnya menjadi PNS tanpa tes. Dengan begitu, paling tidak menjelang masa akhir pengabdiannya, kesejahteraan para guru honorer dengan kategori ini menjadi jauh lebih baik. “Sebagai apresiasi terhadap kerja mereka, angkatlah menjadi PNS tanpa tes. Masa baktinya ya tadi itu, paling-paling tinggal antara 5 – 10 tahun. Pemerintah tidak akan rugi. Dan yang lebih penting, para guru honorer itu merasa dihargai untuk segala kerja pengabdiannya selama ini,” demikian ujarnya. (Wid)