Purwanto : PGRI Motor Penggerak Perubahan

Ketua PGRI Kabupaten Purwakarta, H. Purwanto di sela acara pelantikan pengurus PGRI Kec. Bungursari (sumber : istimewa)

ayoguru.com—Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Bungursari menggelar pelantikan Pengurus  masa bakti Tahun XXII periode 2021-2026, Jum’at (03/09), di aula SDN 1 Ciwangi dengan standar protokol kesehatan yang ketat. Ketua PGRI Kabupaten Purwakarta, H. Purwanto hadir langsung pada kesempatan tersebut.

Diketahui, dari proses Konferensi Cabang (Konfercab) PGRI Kecamatan Bungursari pada tahap  pemilihan telah terpilih Ahmad Saekhu HM, S.Pd. sebagai Ketua PGRI Cabang Bungursari periode 2021-2026 yang ditetapakan melalui Surat Keputusan Pengurus PGRI Kab. Purwakarta nomor 023/kep/pwkXXII/2021 tentang susunan dan personalia pengurus PGRI Cabang Kecamatan Bungursari masa bakti Tahun XXII periode 2021-2026 yang dibacakan oleh sekertaris PGRI Kabupaten Purwakarta, Rusyana, M.Pd yang turut disaksikan oleh Camat kecamatan Bungursari, Perwakilan Polsek Bungursari, Dede Supendi, M.Pd Ketua Bidang Organsasi dan Kaderisasi PGRI Kab. Purwakarta, dan guru-guru perwakilan anggota PGRI di wilayah Kecamatan Bungursari.

Dalam paparan sekaligus arahannya, Ketua PGRI Kabupaten Purwakarta, H. Purwanto menegaskan bahwa semua anggota PGRI di lingkup Kabupaten Purwakarta harus terus meningkatkan kompetensi dan kapasitasnya.  Diantara aspek yang harus dikuasai oleh guru ialah kompetensi  sosial, kompetensi kepribadian, kompetensi paendagogi dan kompetensi profesional.

Ketua PGRI Kab. Purwakarta, H. Purwanto (sumber : istimewa)

“Pertama, kompetensi sosial menjadi salah satu kompetensi yang harus dikuasi oleh guru, kita disebut guru karena mempunyai kompetensi sosial yang tinggi dan cukup. Kedua, memiliki kompetensi kepribadian yang baik karena kepribadian yang baik akan berkorelasi dengan kompetensi sosial. Ketiga, kompetensi paendadogi yang harus dikuasi oleh guru karena harus mengetahui karakteristik anak, latar belakang anak dan pemilihan metode pembelajaran yang baik untuk anak, yang terakhir kompetensi professional dimana PGRI harus menjadi penggerak untuk guru guru dalam meningkatkan kemampuan penggunaan dan pemanfaatan teknologi untuk layanan pembelajaran. Energi guru adalah pengetahuan, kita akan bisa menjadi penyuluh kalo kapasitas dan kompetensi kita menguasai ilmu pengetahuan, oleh karena itu tugas pgri adalah suluh agar tertanam di diri para anggotanya,” runutnya.

Tidak hanya itu, ia mengingatkan ihwal kolektifitas seluruh komponen organisasi PGRI Purwakarta. Dia menuturkan, kolektifitas sejatinya adalah kekuatan organisasi. Dengan bekal dasar kolektifitas, maka organisasi PGRI punya pelang besar untuk mendorong perubahan, lebih khusus aspek pendidikan di lingkup Kabupaten Purwakarta.

“Kemudian, jangan lupa, kita bisa melakukan perubahan dengan tiga hal karena kesadaran, kemandirian, dan keberlanjutan, negara kita akan maju apabila kesadaran masyarakatnya baik, dan akan mandiri masyarakatanya jika kesadaranya terbangun. Setelah kesadarab dan kemandirian terbangun, maka harus dijaga keberlanjutanya,” katanya.

Di akhir paparannya, H. Purwanto mengajak anggota PGRI untuk terus bersedia menjadi pembelajar.  Kader-kader PGRI Purwakarta,  sambungnya, harus menguasai pembelajaran digital. “Sekolah digital harus dibangun dan dikembakan, karena itulah yang harus dilakukan apabila purwakarta ingin menjadi kiblat Pendidikan. Guru – guru harus menjadi penggerak dan pembelajar agar selalu update atas perkembangan dan kebutuhan melakukan proses pembelajara yang adaftif dan aktual sesuai kebutuhan, karakteristik dan perkembangan peserta didik,” begitu pungkasnya. (Wid)