SOAL PROGRAM KAMPUS MENGAJAR, INI KATA KETUM HMI CABANG PURWAKARTA

Mahasiswa dalam program pemberdayaan masyarakat (sumber : google)

ayoguru.com—Rekrutmen mahasiswa untuk program kampus mengajar sudah mulai dibuka sejak tanggal 9 Februari hingga tanggal 21 Februari 2021 mendatang. Para mahasiswa yang terpilih akan ditempatkan di Sekolah Dasar (SD) yang membutuhkan, lebih khusus di daerah yang berstatus 3T (Terdepan, Terluar Dan Tertinggal).

Dilansir dari laman CNN Indonesia, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi – Kemendikbud RI, Nizam menuturkan, para mahasiswa yang menjadi bagian dari program ini sebelumnya harus melewati proses seleksi.

Dirjen Dikti – Kemendikbud RI, Nizam (sumber : google)

“Program ini hanya diperuntukkan bagi mahasiswa semester 5 ke atas di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Swasta (PTS). Mahasiswa disarankan memiliki IPK minimal 3 dan pengalaman organisasi,” katanya, belum lama ini.

Apabila lolos seleksi, lanjut Nizam, maka para mahasiswa tersebut akan ditempatkan di SD yang dekat dengan domisilinya dan diminta mengajar 6 jam per hari secara daring (dalam jaringan  : red) dan luring (luar jaringan : red). Sebagai bentuk apresiasi, mahasiswa yang menjadi peserta kampus mengajar akan mendapatkan sejumlah fasilitas.

“Bagi mahasiswa yang mengikuti program ini, pemerintah akan memberikan bantuan Uang Kuliah Tetap (UKT) sebesar 2,4 juta dan biaya hidup Rp. 700 ribu per bulan selama kegiatan berlangsung,”ujarnya.

MAHASISWA PURWAKARTA SAMBUT BAIK PROGRAM

Ketua Umum HMI Cabang Purwakarta, Sansan Ramdhani mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik program Kampus Mengajar. Menurutnya, program ini adalah bagian dari peran pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.

Ketua Umum HMI Cabang Purwakarta, Sansan Ramdhani (sumber : istimewa)

“Program ini merupakan bagian dari kampus merdeka yang di-inisiasi Kemendikbud RI. Dengan begitu, proses pembelajaran tidak hanya di kampus, tetapi bisa langsung diaplikasikan dalam bentuk pengabdian langsung ke masyarakat. Hemat kami, hal demikian sejalan dengan fungsi Tri-Dharma perguruan tinggi yang diantaranya adalah pengabdian,” katanya kepada ayoguru, Jum’at (12/02).  

Dia menambahkan, lewat program ini pula mahasiswa dapat mengekspresikan wawasan dan kecakapan yang selama ini diperolehnya dari kampus. Sehingga, ada manfaat pribadi juga yang nantinya akan diperoleh mahasiswa. “Artinya, selain mengabdi kepada masyarakat, program ini juga dapat mengasah kapasitas mahasiswa itu sendiri. Semoga dengan perantara program ini kami dapat berkontribusi terhadap sekolah-sekolah di Kabupaten Purwakarta yang membutuhkan,” begitu tukasnya. (Wid)